Telah hampir sebulan 27 orang warga Dusun Gerpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten terisolasi. Sejak gempa melanda kawasan Yogyakarta dan sekitarnya pada 27 Mei 2006 lalu, satu-satunya akses jalan ke luar dari desa tersebut putus karena longsor.
Putusnya akses jalan itu menyebabkan warga Gerpasang yang berada di kawasan lereng tenggara Gunung Merapi itu harus bertahan dengan persediaan logistik yang semakin hari kian menipis. Saat ini warga Gerpasang masih sangat membutuhkan bantuan logistik dalam bentuk makanan, air bersih, dan alat-alat seperti pacul, linggis, skop, dan lain-lain guna memperbaiki jalan yang rusak berat. Bahkan jika memungkinkan mereka juga menerima uluran tenaga dari para relawan, guna bergotong-royong membangun jalan. Pasalnya, tenaga di sana masih sangat minim sebab hanya terdapat sekitar delapan orang kepala keluarga. Perlu diketahui satu-satunya akses jalan yang masih bisa ditempuh menuju Gerpasang hanya melalui jalan tikus di Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Itu pun harus ditempuh dengan berjalan kaki karena kondisi jalan sangat tidak memungkinkan dilalui kendaraan bermotor.Ditambah lagi, belum adanya ketersediaan sarana komunikasi di kawasan tersebut menyebabkan daerah itu benar-benar terisolasi. Baru tadi sore Combine Resourse Institution (CRI) bekerja sama dengan Walhi berhasil memasang antena pesawat handy talkie (HT) agar warga Gerpasang bisa berhubungan dengan warga di wilayah yang lain.
|
|
|



tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Tulis Komentar