Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Ole…ole…Lupakan Bencana Sejenak Demi Bola
21 June 2006 06:19 WIB

Saat ini korban gempa 27 Mei tidak hanya membutuhkan logistik berupa bahan makanan, pakaian, dan tempat perlindungan, hiburan juga dirasa sangat mereka butuhkan. Dengan momentum terselenggaranya Piala Dunia di Jerman dan mengingat banyak korban bencana tidak lagi mampu menyaksikan siaran langsung pertandingan karena banyak dari mereka kehilangan TV, Combine Resource Institution berinisiatif untuk menyelenggarakan ‘nonton bareng’ di dusun-dusun di zona bencana, tidak terkecuali zona pengungsian di Gunung Merapi. Diharapkan program ini mampu memberi keceriaan dan merekatkan kebersamaan warga di sela-sela beban derita mereka.

Sejak tanggal 13 Juni lalu nonton bareng ini telah dimulai. Dengan perlengkapan utama terdiri dari LCD proyektor, layar, tiang pancang, TV tuner, speaker, antena, tim nonton bareng tiap malam mendatangi dusun yang telah memesan untuk pemutaran siaran langsung piala dunia dengan layar lebar. Untuk yang pertama nonton bareng diadakan di Dusun Kepek, Desan Timbulharjo, Kecamatan Sewon. Berturut-turut kemudian dilaksanakan di Dusun Ngentak, masih di Timbulharjo, Sewon pada Tanggal 14 Juni. Tanggal 15 tim nonton bareng menuju ke utara di lereng Merapi, tepatnya di lapangan desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten untuk menghibur pengungsi Merapi dan para relawannya. Balik ke wilayah Bantul pada malam hari berikutnya, tim membawa perangkat layar lebar ke lapangan dusun Girirejo, Kecamatan Imogiri. Tiga malam berikutnya nonton bareng dilakukan di dusun Dermo Jurang, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, di Dusun Mangunan, Kecamatan Dlingo, di dusun Jombor, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon,

Sejauh ini respon warga atas program nonton bareng ini cukup bagus. Warga memang tampak membutuhkan hiburan,  apapun bentuknya. Terutama bagi para pria dari anak-anak sampai yang dewasa, nonton bareng piala dunia telah mengobati kekuatiran mereka tidak bisa menonton piala dunia karena rusaknya perangkat TV mereka. Jumlah penonton di setiap pemutaran sangat beragam, dari 20 sampai 100 orang, yang tentunya didominasi oleh kaum pria.

Di sebuah lapangan kecil dusun Dermo Jurang, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, suasana malam itu cukup ramai setelah kami, dibantu oleh rekan-rekan relawan yang terdiri dari para mahasiswa dari berbagai universitas di Jogjakarta, selesai memancangkan layar. Sebelum siaran langsung sepakbola antara Portugal dan Iran berlangsung, film kartun Tom & Jerry kami putar. Gelak tawa anak-anak, juga beberapa orang-orang dewasa yang hadir, semakin bikin meriah suasana. Anak-anak mendominasi di depan, duduk di gelaran tikar. Tontonan lain sebelum sepakbola telah menjadi daya sedot tersendiri untuk memeriahkan nonton bareng ini. Dan, menjelang jam 8 malam, jam pertandingan di mulai, penduduk tambah banyak yang hadir. Para pemuda duduk di motor-motor mereka, sambil bercanda satu sama lain. Yang berdiripun banyak. Di belakang tampak ada beberapa wanita muda mengelompok sendiri, ngobrol kadang diselingi tawa. Entah mereka menonton sepakbola atau hanya sekedar hadir saja. Para relawan yang sepertinya sudah sangat akrab dengan penduduk di sana ikut menonton, duduk di depan di samping tenda posko dusun. Sorak sorai selalu terjadi bila bola tampak menjadi peluang untuk membuat gol, dan bila gol terjadi, suasana pun berubah semakin semarak.

Kurang lebih demikian juga suasana di dusun-dusun lain. Anak-anak selalu menjadi bagian nonton bareng yang paling antusias di awal namun di tengah-tengah acara kadang mereka terlelap dulu di tikar. Hanya pemuda dan bapak-bapak yang lebih serius sepanjang pertandingan dengan celotehan canda ala kampung yang tidak pernah berhenti. Dan ibu-ibu selalu beranjak lebih dulu, bahkan mereka sempat protes agar acara komedi yang sebelumya diputar tidak dipindah ke siaran sepakbola. Terpaksa pemutaran bola tertunda untuk beberapa saat, namun gantian pemuda dan bapak-bapak yang protes.

Mungkin memang harus dibuat acara khusus untuk para wanita. Sepertinya memang tidak adil bila hanya menghibur para penggila bola saja. Sebagaimana bencana menimpa siapa saja tanpa pembedaan batas usia dan jenis kelamin, semua orang pun butuh hiburan. (Thomas)


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited