Kpd. yth Bpk Bupati Bantul
Bapak Idam Samawi
Asalamualaikum wr.wb
Kepada yang terhormat bapaak idam Samawi Yth Kami minta tolong perbaiki sekolahan saya dan bawakan alat-alat sekolah menulis dan belajar. Bapak Idam samawi tolong bawa buatkan kami baju sepakbola yang bergambar garuda]Contoh:Nomorkostum 1 sampai 15
Nomor 1 untuk keker kiper20 Juni 2006
Ilham(naskah di atas dicuplik mendekati aslinya)Berawal dari pertanyaan sederhana “Siapa nama Bupati Bantul?”, puluhan surat yang ditulis oleh siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri Banjardadap dilayangkan ke Bupati Bantul Idham Samawi. Pertanyaan awal itu dilontarkan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Balong Kidul, Banjardadap, Potorono, Banguntapan, Bantul. Salah satu contoh surat seperti dikutip di atas yang ditulis oleh Ilham yang meminta kaos sepakbola alih-alih rumah.Anto, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang tengah KKN di dusun Balong Kidul, menuturkan bahwa gagasan ini bermula dari pemikiran setiap individu yang mengalami gempa pasti menyimpan kisah dan harapan masing-masing, demikian juga anak-anak. “Ide mengekspresikan pengalaman dan harapan dalam bentuk surat ke Bupati dimunculkan oleh Rahmi, teman kami,” katanya.Di mulai pada tanggal 11 Juni 2006, sekitar 60-an siswa SDN Banjardadap dari kelas I hingga kelas VI diminta menuliskan sebuah surat di atas kertas yang disediakan oleh Anto dan kawan-kawan. Waktu yang diberikan sekitar dua minggu penuh dengan batas pengumpulan terakhir tanggal 23 Juni 2006. Hingga Senin, 26 Juni 2006, sejumlah 48 surat dipilih oleh panitia dan dikirimkan ke Bupati Bantul. “Sebetulnya ada lebih dari 50 surat yang masuk, tetapi beberapa diantaranya kami sisihkan karena kami nilai kurang layak disampaikan ke Bupati Bantul. Masak anak-anak ada yang minta uang sampai Rp 40 juta? Dari gaya bahasa dan jenis tulisannya juga tampak dibuat oleh orang tua atau kakaknya,” ujar Anto. Ia mengakui kemungkinan tersebut tak terhindarkan karena penulisan surat bisa dilakukan di rumah atau barak pengungsian masing-masing anak.Menurut rencana, dari puluhan surat itu akan dipilih satu surat terbaik untuk mendapatkan tropi dan hadiah dari Bupati Bantul dan pihak-pihak lain. Pemberian hadiah akan dilangsungkan pada acara “Pentas Seni Perpisahan” di hari Kamis, 29 Juni 2006, mulai pukul 08.00 WIB di halaman SDN Banjardadap yang masih dipenuhi tenda untuk ruang belajar darurat. Selain penganugerahan tropi, akan disajikan pula pemutaran film partisipatif hasil workshop siswa SDN Banjardadap dengan komunitas Kelopak serta pementasan drama Lutung Kasarung.Selain aktifitas tersebut, para mahasiswa KKN Sub Unit 3 di Balong Kidul ini juga merancang sejumlah kegiatan lain, misalnya program pengecatan rumah sederhana (shelter), pembuatan taman pintar untuk anak-anak dan identifikasi ekonomi. Pembuatan taman pintar melibatkan anak-anak sebagai pengelolanya, termasuk menentukan nama dan manajemen pengelolaannya. Dari hasil rapat mereka hari Selasa malam, 27 Juni 2006, diputuskan nama perpustakaan “Taman Anak Pintar Balong Kidul”.(wawancara dengan Anto dan Danang, 27 Juni 2006)



tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Tulis Komentar