Batik Tulis Bantulan merupakan salah satu potensi besar yang di hasilkan di wilayah Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Hampir keseluruhan masyarakat yang berada disana bisa melakukan pengerjaan pembatikan yang telah dilakukan turun menurun. Pengrajin batik di Wilayah Kecamatan Imogiri mencapai 900 pengrajin batik tulis yang digeluti baik orangtua maupun generasi muda yang tergabung dalam kelompok-kelompok perajin dari 4500 pengrajin yang ada di kecamatan Imogiri.
Sejak Yogyakarta di goncang gempa 27 mei berkekuatan 5,9 SkR dari laut selatan berjarak 33 Km di kedalaman 37 Km, dan mengakibatkan korban meninggal di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah sebanyak 6.234 orang. Keseluruhan roda kehidupan di Bantul secara serentak mati, tanpa terkecuali kegiatan membatik yang sedari awalnya bisa dikatakan telah mati suri.
Korban banyak berjatuhan di Kecamatan Imogiri baik material maupun non-material. Aktifitas kehidupan lumpuh total. Masyarakat pilu merasakan penderitaan kehilangan keluarga maupun harta benda mereka secara mendadak. Salah satu fasilitas tempat kegiatan membatik yang biasa di pusatkan di Batik Eko Museum “Joglo Ciptowening” Imogiri turut menjadi korban kedashyahtan gempa.
Tidak ingin berkelanjutan meratapi kejadian sedih dan cobaan berat tersebut maka Jogja Heritage Society bersama Paguyuban Pecinta Batik Indonesia “Sekar Jagad”, Yayasan Losari, Mayasari Indonesia, LPM. Institut Pertanian Yogyakarta dan beberapa donator bekerjasama merancang dan menyelenggarakan kegiatan ”Revitalisasi Kerajinan Batik di Imogiri”.
Kegiatan ini merupakan salah satu program “Bangkitkan Kembali Pusaka Rakyat Jogja”, pelestarian pusaka secara terpadu tangiable dan intangiable serta pemulihan ekonomi lokal berdasarkan aset yang ada. Program yang di jangkakan selama setahun ini berusaha juga mengajak para pembatik kedepannya untuk bisa mandiri.
Adapun program kegiatan dalam revitalisasi kerajinan batik di Imogiri, diantaranya:
1.Mengadakan kegiatan membatik bersama.
Memfasilitasi kegiatan membatik bersama dalam satu kawasan yang masih merupakan pekarangan rumah salah satu poenduduk setempat yang di manfaatkan sebagai area workshop di Dusun Pajimatan, Girirejo, dengan melibatkan sekitar 50 pembatik wanita yang berasal dari desa setempat dan sekitar.
2.Workshop kegiatan membatik bagi masyarakat umum
Pelatihan yang dibuka bagi masyarakat umum, mengambil tempat di area kegiatan membatik bersama di Imogiri. Pelatihan melibatkan masyarakat setempat yang telah memiliki keahlian cukup.
3.Pasar Tiban Batik
Pasar Tiban Batik di buka setiap hari. Para pembeli dapat langsung menuju lokasi pasar Tiban sembari berwisata melihat area workshop membatik bersama.
4.Museum Lingkungan Batik Rakyat Imogiri dalam Pengungsian
Dikarenakan bangunan pada museum utama maka area museum dipindahkansementara di area ini
5.Pendataan Profile Pengrajin dan Batik Bantulan
Pendataan ini merupakan proses pendokumentasian akan aset yang mereka miliki
Keseluruhan kegiatan revitalisasi kerajinan batik di Imogiri akan di pusatkan di dusun Pajimatan, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Memberdayakan salah satu rumah dan halaman pekarangan penduduk setempat di harapkan kegiatan ini dapat menjadi program keberlanjutan yang nantinya bermanfaat pula bagi mereka sebagai salah satu mata pencarian utama, mengembalikan era kabngkitan batik tulis Imogiri yang pada masanya pernah berjaya.
Saat ini setidaknya terdapat 8 orang pembatik yang sejak seminggu pasca gempa, telah aktif kembali berkegiatan membatik di area Workshop dusun Pajimatan. Begitupula dengan pasar tiban yang banyak mendatangkan kain-kain batik bantulan dari pengerajin-pengerajin setempat, serta warung yang menyediakan makanan tradisional.
Bencana boleh terjadi, namun yang terpenting adalah semangat untuk tetap melestarikan tradisi dari aset budaya. Imogiri tidak hanya terkenal akan makam Imogiri para raja-rajanya saja, akan tetapi rakyat biasanya pun ”ordinary peoplenya” memiliki potensi yang cukup besar dengan mengasilkan maha karya batik bantulan.



tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Tulis Komentar