Meskipun sedang dirundung ketidakpastian akibat aktifitas Gunungapi Merapi yang fluktuatif, bukan berarti kepedulian masyarakat di daerah Deles, Kemalang, Klaten menjadi mati. Mereka tetap membagi empati pada masyarakat di wilayah yang terkena gempa dengan urun tenaga membersihkan puing-puing rumah, membagikan logistik, hingga memasok batang-batang bambu untuk warga di wilayah bencana. Bahkan sejak dua minggu lalu tumpukan bambu yang ditumpuk di kanan kiri jalan menuju obyek wisata Deles Indah tak lagi disumbangkan dalam bentuk batangan. Setidaknya telah ada dua rumah sederhana berbahan utama bambu yang dibangun oleh warga Deles siap dihuni oleh beberapa keluarga yang rumahnya runtuh dihantam gempa di Gantiwarno, Klaten. Konstruksi rumah ini memakai tiang dan rangka bambu dengan ukuran 6 x 4 meter ini dilengkapi dinding dari gedeg (anyaman bambu) dan dikerjakan oleh lima orang dalam waktu satu atau dua hari saja. Walau tidak cuma-cuma (setiap rumah tanpa atap menghabiskan biaya Rp 772.000 untuk biaya bahan dan pengerjaan), bantuan dalam bentuk ini punya manfaat ganda. Yang pertama, si pemilik rumah terbantu untuk memperoleh bangunan yang lumayan kokoh dengan harga relatif murah dan pengerjaan cepat. Dengan bangunan yang telah layak disebut rumah, maka masyarakat yang di wilayah gempa dapat segera bangkit dan menghidupkan ekonomi keluarganya. Sementara itu manfaat kedua dirasakan masyarakat Deles, karena kegiatan pembuatan rumah ini dapat menjadi obat yang mengatasi rasa jenuh saat tinggal di pengungsian. Selain itu jika cukup banyak pihak yang tertarik dengan rumah gedeg ini maka perekonomian mereka pun bisa berjalan, soalnya saat ini roda ekonomi mereka tak lagi bisa bertani dan memelihara ternak karena tanaman pertanian dan rumput pakan ternak mati layu tertutup abu yang disemburkan Gunungapi Merapi. “Kenapa kita memilih rumah berbahan bambu, alasannya selain murah dan tersedia dalam jumlah banyak di lingkungan kami, konstruksi bambu juga relatif tahan gempa. Selain itu untuk mengurangi potensi kerusakan lingkungan akibat pembabatan pohon semau-maunya,” kata Sukiman, tokoh masyarakat yang menjadi salah seorang motor aktifitas warga Deles. “Untuk saat ini, kami memrioritaskan janda dan anak-anak yatim,” imbuhnya. Tertarik? Hubungi saja Pak Sukiman dan kawan-kawan. Kontak: Bapak Sukiman (0815 7806 3198) atau melalui HT Frekuensi 146.00 MHz
|
|



tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Tulis Komentar