Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Gelombang Pasang Terjang Parangtritis
18 July 2006 07:03 WIB

Akibat gempa yang terjadi di lepas pantai Pangadaran, pantai-pantai selatan pulau Jawa mengalami terjangan gelombang pasang seperti tsunami. Salah satunya pantai Parangtritis di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan wisata pantai Parangtritis tidak luput terkena terjangan gelombang yang cukup besar.

Menurut seorang warga, Bapak Iban, gelombang tsunami terjadi pada jam 16.15 WIB. Pak Iban yang merupakan tokoh masyarakat setempat lebih lanjut menjelaskan mengenai apa yang terjadi waktu itu. Beliau menjelaskan bahwa gelombang datang dengan tiba-tiba tanpa adanya fenomena penyurutan air laut seperti yang terjadi bila akan ada tsunami seperti di Aceh. Namun sebelumnya warga sempat mendengarkan bunyi seperti ledakan di tengah laut. Hanya saja mereka tidak menyangka akan ada gelombang besar menyapu pantai karena ini bukan gelombang pasang yang biasa mereka alami dengan tanda-tanda yang sudah mereka ketahui sebelumya.

Gelombang yang relatif besar ini telah menerjang kawasan wisata pantai Parangtritis dengan jangkauan mencapai sejauh 200 meter dari garis pantai, hingga tempat-tempat parkir paling ujung selatan. Gelombang dengan ketinggian mencapai 3 meter ini telah merusak warung-warung milik warga di sepanjang pantai. Terlebih lagi, luapan air dari sungai-sungai yang ada di sekitar wilayah ini juga telah memperluas jangkauan genangan air. Akibat dari luapan ini, wilayah sejauh 500an meter dari garis pantai juga sempat tergenang air laut. Waktu menggenangnya air pun tidak lama, karena air langsung balik ke laut.

Pak Iban yang tampak lebih tenang menghadapi peristiwa ini menambahkan, ”Warga asli sini bisa saja tidak sepanik sekarang, karena kami sebagai warga pesisir sudah terbiasa dengan gelombang pasang, bahkan pernah lebih besar dari ini.” Lebih lanjut bapak yang seluruh rambutnya berwana putih ini menjelaskan, ”Kepanikan mereka lebih dikarenakan setelah pengenalan mereka dengan istilah tsunami dan pelajaran yang mereka dapat dari peristiwa Aceh. Tapi memang gelombang tadi sore tidak bisa kami perkirakan dengan tanda-tanda yang biasa kami bisa baca.”

Namun demikian, kejadian gelombang yang datang tiba-tiba ini telah membuat panik warga sepanjang pantai dan para pengunjung. Pada waktu itu kegiatan ekonomi di warung-warung juga masih berjalan. Penduduk berlarian ketempat yang lebih tinggi, di perbukitan di dekat pantai. Bahkan ketika berita ini ditulis masih ada ratusan warga yang mengungsi di perbukitan utara pantai.  Dikatakan oleh Bapak Iban, ada 2 orang tewas di wilayah Parangtritis. Keduanya bukan warga setempat namun pengunjung. Tubuh mereka baru ditemukan setelah air surut. Disinyalir keduanya masih warga Yogyakarta.

Peristiwa ini sepertinya semakin memberi pukulan berat bagi warga Parangtritis yang pada umumnya sangat bergantung pada pariwisata. Setelah gempa 27 Mei lalu wilayah menjadi sepi dari kunjungan wisatawan. Seorang warga bernama Sutrino menuturkan, “Sudah sejak gempa yang lalu pariwisata di sini sepi, kami ingin berita-berita yang ditampilkan di media massa tidak terus malah membuat kami semakin terpuruk. Kami mohon bantuan kepada siapapun untuk bisa membuat pantai kami ramai lagi.”

Sampai jam 22.00 malam tadi keadaan di wilayah ini masih sangat lengang. Hanya tampak para pemuda dan orang dewasa, beberapa diantaranya wanita, yang berjaga-jaga di pemukiman dekat pesisir mereka. Menurut bapak Iban, setelah gelombang pasang ini sudah ada beberapa pihak termasuk media massa dan pejabat pemda Bantul yang melihat-lihat kondisi pantai Parangtritis. “Semoga kesaksian mereka bisa membuka jalan bagi bantuan kepada kami. Karena di sini termasuk yang paling minim dengan bantuan sejak gempa,” tambah Pak Iban.

————
Kontak di Bolong, Parangtritis
Bapak Iban melalui
Mas Bangun (0819 3175 9840) atau Bu Jum (0813 2841 9758)
————
Foto: Parangtritis (www.bali-paradise.com)


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited