Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Rumah Baru, Rumah Bambu
21 July 2006 07:06 WIB

Yayasan Griya Mandiri (YGM) turut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan untuk membantu korban gempa bumi yang memorakporandakan sebagain wilayah D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah akhir Mei 2006 lalu. YGM di sini lebih bertindak sebagai fasilitator daripada sebagai pemberi bantuan. Kegiatan YGM hingga saat ini telah berhasil membantu warga yang berinisiatif membangun kembali permukiman mereka tanpa harus menunggu datangnya bantuan dana rehabilitasi rumah. Berikut ini terlampir sebuah artikel tentang pengalaman YGM dalam membangun T-shelter di beberapa lokasi bencana. Semoga bermanfaat.

—————————————————————

Rumah Baru, Rumah Bambu
Endah Raharjo – Yayasan Griya Mandiri
Para korban gempa saat ini telah mulai lelah menghitung hari, menunggu datangnya bantuan dana rehabilitasi rumah yang dijanjikan Pemerintah. Di benak mereka terpateri angka itu: Rp.10.000.000 bagi yang rumahnya rusak dan Rp.30.000.000 bagi yang rumahnya roboh total.  Hitungan hari berubah menjadi minggu dan minggu berganti bulan dan bulan berganti nama, yang ditunggu tak datang juga. Banyak yang kecewa, tentu saja, tapi jauh lebih banyak yang memutuskan berhenti menunggu dan memilih berbuat sesuatu: mendirikan rumah baru dari bambu.

Pada pertengahan bulan Juni lalu, dua orang tokoh masyarakat dari Dusun Karang Anyar, Desa Sendangtirta, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, datang ke kantor Yayasan Griya Mandiri (YGM). Mereka menceritakan tentang usaha masyarakat membangun rumah bambu bagi warga kurang mampu yang masih tinggal di tenda. Namun mereka memerlukan dana bantuan untuk membeli anyaman bambu atau gedheg, batang bambu, dan semen.

Berawal dari inisiatif warga tersebut YGM kemudian menyalurkan sebagian dana untuk membangun rumah bambu, khususnya bagi keluarga kurang mampu.

Tahapan pembangunan rumah bambu ini secara umum adalah sebagai berikut:
• Warga masyarakat mengajukan permintaan ke YGM melalui satu atau dua orang wakil mereka.
• Tim YGM mendatangi lokasi dan mengadakan pertemuan dengan wakil masyarakat.
• Warga masyarakat menyusun syarat-syarat keluarga yang layak menerima bantuan. Hal ini perlu dilakukan karena dana yang dimiliki YGM sangat terbatas sehingga tidak semua warga korban gempa yang tinggal di wilayah itu dapat memperoleh bantuan.
• Tim YGM, wakil warga masyarakat atau kader lokal, dan warga calon penerima bantuan bersama menyusun rencana pembangunan yang meliputi: ketersediaan bahan bangunan yang masih layak dipakai lagi; jenis dan jumlah bantuan yang dibutuhkan; pembelian atau pengadaan bahan bangunan; ukuran, rancangan, lokasi dan cara pembangunan rumah.

Rancangan dan ukuran rumah tidak baku, berkisar antara 4 x 6 meter hingga 6 x 6 meter, tergantung pada ketersediaan tanah dan bahan bangunan yang masih layak pakai, seperti: batu bata, kolom kayu, genteng dan bahan penutup atap lain, serta daun jendela dan pintu.

Dana bantuan yang diberikan untuk mendirikan satu unit rumah berkisar antara Rp.400.000 – Rp.700.000 tergantung ketersediaan bahan bangunan layak pakai seperti tersebut di atas. Penentuan besarnya bantuan juga dimusyawarahkan bersama dalam pertemuan warga. Aspek yang patut ditonjolkan dari pembangunan rumah bambu ini adalah gotong royong dan kebersamaan sesama warga korban gempa.

Dalam proses pembangunan rumah bambu ini YGM lebih bertindak selaku fasilitator daripada pemberi bantuan. Tanpa kontribusi warga masyarakat maka dana total yang diperlukan untuk membangun satu unit rumah bambu dengan atap genteng kampung sekitar Rp.1.500.000. Dengan demikian nilai gotong royong dan kontribusi warga dapat dikatakan mencapai minimal 60% dari harga rumah. Luar biasa.

Di satu lokasi, dalam waktu satu minggu dapat terbangun sekitar 3 – 6 unit rumah. Bila dilakukan secara paralel di lokasi berbeda dengan cara yang sama, tentu akan dapat terbangun lebih banyak rumah.  Dalam waktu 5 minggu Tim YGM dapat membangun sekitar 60 unit rumah di 11 dusun di wilayah Kabupaten Sleman dan Bantul.

Gambar:
- Rembug warga di Dusun Segoroyoso II, Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Bantul
- Gotong-royong di Dusun Gandu, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman
- Rumah bambu yang terbangun di Dusun Karanganyar, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman.


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited