Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Organisasi Pengelola Kawasan Pusaka (OPKP) Kotagede Dideklarasikan
22 August 2006 07:18 WIB

Tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-61 pada tanggal 17 Agustus 2006 kemarin lahirlah sebuah Organisasi Pengelola Kawasan Pusaka (OPKP) Kotagede. Deklarasi kelahirannya dilakukan pada siang hari di bangsal selatan kompleks Dondongan Masjid Gedhe Mataram Kotagede, tepat di bawah kerindangan daun-daun Ringin Sepuh yang konon ditanam oleh Sunan Kalijaga.

Kelahiran organisasi ini sebenarnya sudah sejak lama diangankan mengingat kawasan Kotagede yang sarat dengan potensi pusaka budaya sangat memerlukan adanya sebuah lembaga warga yang berperan dalam upaya pelestarian secara langsung. Hal ini dipandang penting mengingat bagaimanapun warga akan terlibat langsung dalam keseharian praktik pelestarian yang terjadi di lingkungan tempat mereka tinggal dan berdomisili.

Keinginan tersebut mendapatkan momentum yang tepat hari itu; tepat pada saat peringatan hari kemerdekaan nasional, tepat pada saat peringatan hari jadi ke-2 Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) – yang dirayakan di Kotagede juga, dan tepat setelah Kotagede luluh lantak akibat gempa bumi 27 Mei 2006 lalu. Keinginan warga segera merealisasikan organisasi tersebut semakin nyata setelah melihat kenyataan pascagempa ada banyak bangunan tradisional dan barang-barang antik lain yang selama ini menjadi kekayaan budaya Kotagede lepas begitu saja ke tangan pemburu barang antik dengan harga sangat murah. Sementara, di sisi lain warga Kotagede semakin merindukan kehidupan normal, yang tentunya memerlukan modal sosial dan ekonomi tanpa melulu bergantung pada janji-janji dari pemerintah.

Deklarasi OPKP Kotagede hari Kamis lalu itu dibacakan oleh M. Natsir, pegiat pelestarian Kotagede yang terpilih sebagai Ketua OPKP Kotagede. Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif BPPI Ir. Suhadi Hadiwinoto turut memberikan sambutan sebagai ucapan selamat atas pendirian organisasi pelestarian lokal itu. Lurah Jagalan Bp. Sholehuddin yang juga memberikan pidato sambutan sempat tak kuasa menahan emosinya ketika menceritakan kondisi Kotagede yang semakin hancur sejak sebelum dan sesuah gempa, baik hancur oleh gempa itu sendiri, oleh kebijakan konservasi yang dilakukan pemerintah yang justru merusak keaslian pusaka Kotagede, serta hancur oleh ulah para pemburu barang antik yang memperdaya warga Kotagede pemilik pusaka yang terhimpit oleh kebutuhan ekonomi terutama pascagempa.

Organisasi ini secara umum akan mengemban misi melakukan promosi dan aksi kepedulian pelestarian pusaka, inventarisasi dan dokumentasi, advokasi masalah pelestarian, pelatihan pelestarian, penggalangan dana pelestarian, hingga penggalangan kerjasama dan jejaring dalam rangka pelestarian kawasan pusaka Kotagede. Mengingat pulihnya kondisi kehidupan sosial ekonomi Kotagede sangat tergantung pada kelestarian pusaka budayanya maka gerak langkah lembaga warga yang baru saja lahir ini sangat dinanti.

Gambar:
Lurah Jagalan Sholehudin (bertopi) memberikan sambutan dalam acara deklarasi Organisasi Pengelola Kawasan Pusaka (OPKP) Kotagede, Kamis (17/08) lalu di kompleks Dondongan Masjid Gedhe Mataram Kotagede.

Pegiat pelestarian pusaka Kotagede M. Natsir mengawali acara deklarasi organisasi Pengelola Kawasan Pusaka (OPKP) Kotagede dengan menjelaskan latar belakang dan tujuan pendirian OPKP.


1 komentar untuk tulisan diatas

Kuok says:
May 5, 2012 at 4:04

Wah selamat Bos! Ayo benuajrg trus Semoga Juara di Kostes SEO Festival Museum Nusantara! Pokoknya Mantaf dah !

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited