Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Capeknya Mau Ketemu Gubernur
22 September 2006 06:14 WIB

Anak-anak itu terduduk lemas. Di wajahnya tergambar kelelahan, keringatnya terus mengalir. Baju yang bersih yang baru saja dikenakannya sudah tercium bau apek. Anak-anak ini sejak pagi berbaris dan berjalan dengan jarak lebih dari 500 meter. Anak-anak itu murid Sekolah Dasar (SD) Timbulharjo, Sewon, Bantul. Tak seperti hari biasanya kali ini mereka dibebaskan dari kegiatan belajar. Selain mereka, di barisan depan nampak juga anak-anak sedang memegang alat-alat drumband. Tak jauh beda dengan anak-anak yang terduduk lemas, mereka juga kelelahan. Riasan wajah yang sudah dikenakan sejak pagi tadi sudah mulai luntur terkena keringat. Alhasil mereka juga memutuskan untuk duduk di atas reumputan di halaman sekolah tempat mereka memainkan drumband.
Walaupun mereka bebas pelajaran namun anak-anak SD ini tetap masuk sekolah seperti biasanya. Bahkan banyak yang berangkatnya jauh lebih pagi. “Aku tadi berangkat jam 6 pagi, biasanya jam setenggah tujuh,” ujar Abi, siswa kelas 4. sedangkan anak-anak yang bermain drumband telah bersiap-siap sejak jam 05.00 pagi. Maklum saja untuk pemain putri, mereka harus dirias wajah dulu.Ddisamping itu mereka juga harus mengunakan kostum khusus sehingga membutuhkan waktu lebih banyak. “Saya mulai merias sejak pukul 05.15,”ujar Istini, peñata rias pemain drumband. Apa sih yang menyebabkan mereka begitu rajin hari ini? Ternyata, hari ini (Jumat, 22/09) bangunan sekolah mereka yang baru akan diresmikan. Para siswa sengaja dipersiapkan untuk menyambut kehadiran para pejabat yang akan meresmikan sekolah SD ini. Seperti diberitakan dalam saksi gempa sebelumnya, akibat gempa akhir Mei lalu siswa-siswi SD ini kehilangan gedung sekolahnya. Untuk sementara waktu kegiatan belajar dilangsungkan di tenda yang berlokasi di rumah warga. Kini bangunan sekolah mereka telah selesai diperbaharui. Mulai besok mereka akan menempati gedung baru. Nah, sebelum ditempati gedung ini akan diresmikan oleh Gubernur Yogyakarta, Bupati Bantul dan Gubernur Nanggro Aceh Darussalam. Sayangnya, Gubernur Yogyakarta dan Bupati Bantul berhalangan hadir maka diwakili oleh Paku Alam IX selaku wakil Gubernur DIY dan Sumarno wakil Bupati Bantul.Ketidakhadiran para pejabat ini rupanya mengecewakan siswa-siswa SD Timbulharjo. “Yang dari jauh di Aceh sampai harus naik pesawat pun datang, kenapa pak Sultan yang dekat nggak datang?” ungkap Rosyid, siswa kelas 4. Antusiasme siswa pun sudah pudar. Rasa lelah akibat jalan berbaris, kepanasan membuat mereka terlihat lesu. “Mendingan ikut pelajaran nggak capek. Kalau seperti ini, sudah capek kepanasan lagi,” tambahnya.
Pembangunan gedung SD Timbulharjo dikerjakan selama 10 minggu dimulai sejak awal Juli 2006. Biaya pembangunan gedung menghabiskan dana Rp 1,5 miliar. Dana pembangunan diperoleh dari Pemerintah Nangro Aceh Darussalam dan Yayasan Dwiyuna Jaya. Gedung ini terdiri dari 12 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang guru dan beberapa kamar kecil.


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited