Follow Kami di Jejaring Sosial
|
31 October 2006 06:56 WIB
Apa hubungan dana rekonstruksi dengan layang-layang? Mungkin Anda akan kebingungan menjawab pertanyaan tersebut, sebab jawabannya memang tidak ada hubungan yang signifikan di antara keduanya. Namun bila pertanyaan itu diajukan ke warga Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul mereka serentak akan menjawab tentu saja berhubungan. Ya, lambannya penyaluran dana rekonstruksi membuat masyarakat jenuh. Untuk mengatasi kejenuhan itu warga [...]
19 October 2006 06:54 WIB
Kampung Bangi, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul memang memiliki banyak cerita seputar gempa. Sayangnya cerita dari lokasi ini rata-rata berupa cerita negatif. Tak cukup dengan kematian Basir, kini antarsaudara pun tak mau bertegur sapa. Dalam Peraturan Gubernur No 23 Tahun 2006 tentang Petunjuk Operasional Rehabilitasi dan Rekonstruksi dijelaskan bahwa pembagian dana dilakukan berdasarkan skala prioritas. [...]
19 October 2006 06:48 WIB
Tak mudah memang menjadi fasilitator sosial pendamping pokmas. Walaupun fasilitator berasal dari lingkungan setempat yang notabene telah mengenal lingkungannya, hal ini bukan jaminan untuk kenyamanan kinerja. Salah-salah fasilitator mendapat bogem mentah dari warga. Kejadian yang tak mengenakkan dialami oleh Fasilitator Sosial di Bangi/Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul Zamroni.
19 October 2006 06:47 WIB
Menjelang lebaran tak hanya penjual pakaian yang dijejali konsumen. Situasi yang sama juga dijumpai di loket pembayaran rekening listrik di Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bantul. Di ruangan yang hanya berukuran 4×5 m ini ratusan pelanggan berdesakan hendak membayar tagihan rekening listrik. Di depan antrian nampak beberapa petugas PLN sibuk memanggil nama-nama pelanggan. Bahkan kursi [...]
18 October 2006 06:45 WIB
Gino (45) warga Dusun Sindet, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul merasa lega dana rekonstruksi dari pemerintah telah ia terima. Gino telah mengambil dana rekonstruksi pada 11 Oktober 2006 lalu. Ayah dua orang anak ini mendapatkan prioritas penerima dana rekonstruksi di salah satu kelompok masyarakat (pokmas) di Sindet. Ia dan ketiga KK lainnya yang juga menjadi [...]
17 October 2006 06:44 WIB
“Aku bingung ki kudu golek utangan nang ngendi dinggo nglunasi mbayar listrik”. Kalimat itulah yang terlontar dari mulut ibu-ibu di Dusun Bangi, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul dalam obrolan pagi mereka. Rumpian pagi ini menjadi ajang curhat (curahan hati) dan debat ibu rumah tangga setempat. Obrolan kali ini nampak sedikit berbeda, pasalnya hampir semua merasakan [...]
16 October 2006 06:42 WIB
Sebagian warga Bantul telah dapat tersenyum lega karena dana rekonstruksi yang mereka tunggu-tunggu telah ada di tangan. Namun ada warga Bantul lain yang belum mendapatkan kepastian mengenai kapan dana rekonstruksi tersebut dapat mereka terima. Dana rekonstruksi yang belum cair, salah satunya dialami kelompok masyarakat (pokmas) di Dusun Kembang, Kelurahan Imogiri, Kecamatan Imogiri, Bantul. Padahal sebelumnya [...]
9 October 2006 06:24 WIB
Pencairan dana rekonstruksi telah dilaksanakan di beberapa tempat. Reaksi atas pencairan dana pun bermacam-macam. Bagi masyarakat yang menerima dana tersebut boleh saja bersukacita, karena memang dana inilah yang mereka tunggu-tunggu untuk membangun rumah. Tetapi bagaimana dengan warga yang tak mendapatkan dana rekonstruksi? Inilah sekelumit cerita di balik pencairan dana rekonstruksi yang memang cukup menimbulkan polemik [...]
9 October 2006 06:24 WIB
Bila Anda disodori pertanyaan, daerah mana di Yogyakarta sebagai sentra industri gerabah, mungkin secara spontan Anda akan menjawab Kasongan. Ya, nama Kasongan memang telah melekat di telinga masyarakat. Tetapi sesungguhnya sentra industri gerabah tak hanya terdapat di daerah Kasongan. Di Yogyakarta, Bantul khususnya, selain Kasongan terdapat juga Dusun Jetis, Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Bantul. Dusun [...]
6 October 2006 06:22 WIB
Bangunan itu nampak kotor tak terurus. Catnya yang yang berwarna putih sudah mulai pudar terkena sinar matahari. Bangunan seluas kurang lebih 1000 m² tersebut merupakan pusat pelatihan gerabah. Pusat pelatihan ini juga dilengkapi dengan pelataran parkir yang cukup untuk menampung 5-10 bus pariwisata. Di depan bangunan juga terlihat deretan kios yang memajang aneka barang gerabah. [...]
|