Sebagian warga Bantul telah dapat tersenyum lega karena dana rekonstruksi yang mereka tunggu-tunggu telah ada di tangan. Namun ada warga Bantul lain yang belum mendapatkan kepastian mengenai kapan dana rekonstruksi tersebut dapat mereka terima. Dana rekonstruksi yang belum cair, salah satunya dialami kelompok masyarakat (pokmas) di Dusun Kembang, Kelurahan Imogiri, Kecamatan Imogiri, Bantul. Padahal sebelumnya mereka telah menerima kabar bahwa 7 Oktober 2006 dana rekonstruksi dapat diambil. Namun hingga saat ini, dana tersebut tak kunjung datang. Sembari menunggu cairnya dana rekonstruksi, salah satu pokmas di dusun tersebut telah membuat perjanjian di antara anggotanya.
Saat ini pokmas yang terdiri dari 15 KK tersebut memang tengah menunggu pengucuran dana rekonstruksi untuk pokmas mereka. Rekening bank telah dibuka, musyawarah untuk menentukan siapa yang menjadi prioritas juga telah dilakukan. Dalam musyawarah itulah, pokmas yang terletak di RT 03 ini juga membuat perjanjian di antara anggotanya.Perjanjian yang telah disepakati bersama tersebut adalah jika dana rekonstruksi tahap berikutnya tidak turun, maka empat KK yang menjadi prioritas penerima dana rekonstruksi tahap awal harus mengembalikan dana yang telah diterima kepada pokmas untuk dibagi rata dengan 11 KK anggota pokmas yang lain.Apabila keempat KK tersebut tidak mampu mengembalikan dana rekonstruksi yang telah diterima, ada konsekuensi lain yang harus dilakukan. Yakni, “ada yang cara kejam, yang empat itu akan dirobohkan lagi atau dipakai bersama,” ungkap Ketua RT 03 Dusun Kembang Sunardi yang juga ketua pokmas tersebut ketika ditemui Saksi Gempa, Kamis (12/10) di rumahnya.Sunardi menambahkan perjanjian tersebut terpaksa dibuat karena warga sangat trauma dengan pembagian living cost atau jatah hidup (jadup) yang diterima warga beberapa waktu lalu. Jadup yang mereka terima tidak sesuai dengan apa yang telah dijanjikan. Selain itu juga karena jumlah dana yang hendak dicairkan untuk rekonstruksi itu cukup banyak. “Jadup dulu cuma Rp 90 ribu, kalau yang ini kan banyak. Kalau nggak turun-turun nanti gimana.” ujar Sunardi cemas.Gara-gara perjanjian tersebut, Sunardi mengakui ada anggota pokmasnya yang menjadi priroritas penerima dana rekonstruksi tahap awal ini secara terpaksa. Salah satu anggota pokmasnya khawatir ia tidak dapat menaati perjanjian tersebut. Namun karena telah menjadi kesepakatan, anggota pokmasnya tersebut akhirnya menerima juga.
Salah satu anggota pokmas yang menjadi prioritas adalah Suhadi. Rumah Suhadi memang roboh total. Suhadi beserta istri dan ketiga anaknya yang masih kecil selama ini tinggal di shelter bantuan yang mereka dapatkan. Suhadi mengaku senang menjadi prioritas di pokmasnya. Ia tidak merasa khawatir dengan perjanjian yang telah disepakatinya bersama anggota pokmas yang lain. “Alhamdulillah senang dapat prioritas. Kalau nggak turun gimana nanti anak-anak saya. Seandainya yang lain nggak turun, ya dibagi sama teman-teman,” kata Suhadi. <ogi>



tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Tulis Komentar