Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Demi Rumah Rela Jual Ternak
18 October 2006 06:45 WIB

Gino (45) warga Dusun Sindet, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul merasa lega dana rekonstruksi dari pemerintah telah ia terima. Gino telah mengambil dana rekonstruksi pada 11 Oktober 2006 lalu. Ayah dua orang anak ini mendapatkan prioritas penerima dana rekonstruksi di salah satu kelompok masyarakat (pokmas) di Sindet. Ia dan ketiga KK lainnya yang juga menjadi prioritas, mendapatkan dana Rp 5 juta untuk membangun rumah mereka yang roboh total.
Ketika ditemui Saksi Gempa, Selasa (17/10), Gino masih membangun rumahnya yang dibantu dua tukang bangunan yang masih terhitung saudara dengannya. Mereka bertiga telah mulai membuat fondasi sejak sebelum cairnya dana rekonstruksi. Dana pembangunannya diperoleh dari pinjaman. Hingga saat ini mereka harus kerja lembur membangun rumah karena sudah tiba musim hujan. “Kasihan anak-anak kalau nggak mbangun-mbangun, kemarin juga sudah hujan. Sekarang dananya sudah turun ya ayem, walaupun belum semua tapi sudah tentrem,” ungkap pria yang bekerja sebagai buruh tani ini.Rumahnya memang belum jadi seutuhnya, sehingga ketika hujan turun beberapa hari lalu Gino dan keluarganya cukup kerepotan, apalagi Gino juga mempunyai ayah yang telah lanjut usia. “Pas hujan kemarin ribut semua. Kemarin juga ada lindu (gempa-red) sampai tiga kali,” imbuhnya.Dana rekonstruksi yang diperoleh Gino sebagian telah ia gunakan untuk membeli bahan bangunan seperti besi, semen, dan koral. Gino bersyukur harga bahan bangunan tidak naik. Ia juga tidak mengalami kendala apa pun selama pencairan dana rekonstruksi beberapa hari lalu. Namun Gino menyadari bahwa dana yang telah ia peroleh tidak akan cukup untuk membangun rumah secara utuh.Saat ini ia terkendala untuk membeli atap. Sambil menunggu turunnya dana rekonstruksi tahap berikutnya, Gino merelakan hewan ternaknya untuk dijual. “Uangnya kan belum cukup, saya jual pedet (anak sapi-red) sama ayam, untuk tambah-tambah beli genteng. Apalagi kemarin disuruh nguati gawang-gawangnya,” kata Gino.

Kini kandang anak sapi dan ayam di rumahnya telah kosong. Gino terpaksa menjual ternaknya karena ia sudah tidak mempunyai dana apa pun untuk membangun rumah. “Mau gimana lagi yang penting rumah jadi, anak-anak juga nggak kedinginan,” tuturnya. Anak sapi yang dijual biasa digunakan Gino sebagai sarana bertani.

Lebaran yang tinggal beberapa hari pun tidak dijadikan alasan Gino untuk mengesampingkan pembangunan rumahnya. “Sudah nggak mikir persiapan lebaran lagi. Biar rumahnya jadi dulu baru mikir yang lain,” imbuhnya. <ogi>


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited