Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Layangan, Obat Stres Dana Rekonstruksi
31 October 2006 06:56 WIB

Apa hubungan dana rekonstruksi dengan layang-layang? Mungkin Anda akan kebingungan menjawab pertanyaan tersebut, sebab jawabannya memang tidak ada hubungan yang signifikan di antara keduanya. Namun bila pertanyaan itu diajukan ke warga Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul mereka serentak akan menjawab tentu saja berhubungan. Ya, lambannya penyaluran dana rekonstruksi membuat masyarakat jenuh. Untuk mengatasi kejenuhan itu warga di Dusun Dadapan bermain layang-layang.
Umumnya permainan layang-layang dilakukan oleh anak-anak. Namun di dusun ini permainan layang-layang justru didominasi oleh orang tua. “Daripada stres nunggu dana rekonstruksi mendingan main layang-layang,” papar Bete, warga Dadapan. Permainan dilakukan saat sore hari sepulang kerja. Lokasi permainannya pun bervariasi ada yang di sawah, tapi tak jarang yang bermain di tengah kampung. Untuk menambah ramainya suasana antarpemain saling mengadu layangannya.

Rumah yang rata tanah rupanya membawa dampak positif bagi mereka. Hal ini disebabkan karena lokasi permainan menjadi lebih lebar. “Saiki nek dolanan jembar (sekarang kalau main lokasinya luas),” ujar Sugeng, pemain layangan di Dadapan. Rata-rata pemain menghabiskan 4-5 buah layangan untuk setiap permainan. Sedangkan harga layangan antara Rp 200 – 500. Pokmas di Dadapan hingga saat ini masih belum menikmati kelezatan kue rekonstruksi. Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai syarat pencairan telah dibuat oleh pokmas. Mekanisme pencairan dilakukan setelah mendapat surat rekomendasi dari lurah dan KMK. Sdangkan untuk mendapatkan rekomendasi pokmas harus membuat RAB. <ati>


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited