Bila Anda sedang berjalan-jalan di wilayah Kabupaten Bantul, Anda akan mendengar bunyi-bunyi nyaring. Bunyi ini berasal dari pukulan palu para tukang bangunan. Tak hanya bebunyian, Anda juga akan disambut oleh debu yang beterbangan. Ya, pasca pencairan dana rekonstruksi aktivitas pembangunan rumah mulai marak dilakukan masyarakat Bantul. Kini hampir di seluruh pelosok kawasan Bantul tengah disibukkan dengan pekerjaan pembangunan rumah.
Kepastian pencairan dana rekonstruksi menjadi alasan kuat masyarakat untuk membangun rumah. Sebelum ada kepastian itu masyarakat belum berani membangun. Hal ini dikarenakan bila masyarakat telah membangun khawatir tidak mendapatkan dana. Walaupun belum semua kelompok masyarakat (pokmas) mendapat kucuran dana, tapi warga berani mengambil risiko berhutang ke toko bangunan. Pelunasan hutang akan dibayarkan saat dana rekonstruksi diterima warga. “Kulo bangun omah niki bahane bon disik neng toko material (saya membangun rumah ini materialnya hutang dulu ke toko material),” terang Bambang, warga Pranti, Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul. Sistem hutang material tak hanya terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal Bambang. Namun di Bangi/Dadapan, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul sistem seperti ini juga diterapkan. Bahkan suplaier pasir bersedia menyuplai pasir untuk 3 pokmas. “Saya berani ambil risiko, soalnya sudah jelas mereka akan mendapat dana rekonstruksi,” papar Supri, suplaier pasir. Dalam rapat evaluasi penyaluran dana rekonstruksi kemarin, dana tahap I akan disalurkan ke pokmas paling lambat tanggal 15 November mendatang. Di wilayah Dusun Pranti sendiri rencananya dana dapat dicairkan per 1 November. “Kalau rencananya kemarin dana sudah cair, tapi kami belum sempat ngecek ke BRI,” kata Kepala Dusun Pranti.
Berdasarkan pantauan Saksi Gempa aktivitas pembangunan juga sudah mulai terlihat di wilayah Kecamatan Bantul, Kasihan, Sewon, juga beberapa daerah lainnya. Sedangkan untuk Dusun Tulung, Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul pembangunan rumah telah berlangsung sejak beberapa minggu lalu. <ati>



tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Tulis Komentar