Malam hari biasanya digunakan oleh sebagian orang untuk beristirahat. Namun bagi korban gempa yang masih tinggal di tenda, malam hari tak cukup jadi alasan untuk beristirahat. Kini, istirahat mereka terganggu dengan datangnya musim penghujan. Ketika hujan tiba mereka justru disibukkan dengan kegiatan membuang air hujan. Atap dan dinding yang masih berasal dari terpal menyebabkan air mudah masuk ke tenda. Air juga menggenang di atas atap, bila tak segera dibuang dengan cepat atap akan ambruk karena tak kuat menahan air.
Di antara korban gempa yang disibukkan dengan kedatangan musim hujan adalah Sri, warga Kremalan, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Hujan yang mengguyur Yogyakarta Rabu malam lalu (8/11) membuat diri dan keluarganya tak dapat tidur dengan nyenyak. Mereka harus berjaga agar air tak masuk ke tenda. Sesekali mereka membuat air yang menggenang di atas atap. “Sewengi aku ora turu, tendane podo bocor (semalam saya tidak tidur karena tendanya bocor),” papar Sri.Kini, kesulitan keluarga ini semakin bertambah manakala persedian bahan makanan juga basah terkena air hujan. Beras, bumbu dapur, dan kue dalam persedian tak dapat lagi dimakan. Pakaian yang ada pun tak lepas dari amukan hujan semalam. Pakaiannya juga basah hingga harus dicuci kembali. “Berase teles ora iso dienggo ngliwet (berasnya basah nggak bisa dimasak),” tambah ibu tiga anak ini.
Profesinya sebagai tukang sayur keliling membuatnya harus bangun lebih awal. Walaupun istirahat hanya beberapa jam ia terpaksa mengayuh sepeda untuk pergi ke pasar guna segera berbelanja sayuran untuk dijual kembali. Pekerjaan ini ia tekuni sejak beberapa tahun silam. “Nek mboten sadean mboten saget nguripi anak (kalau tidak jualan tidak dapat menghidupi anak),” ulasnya lagi. Kini, ia hanya berharap agar secepatnya dapat menempati rumah barunya. Datangnya musim penghujan tak hanya membuat kesusahan bagi Sri. Tetapi banyak korban gempa merasakan hal sama. Malam-malam mereka kini diisi dengan kesibukan melindungi tenda dari ancaman hujan. <ati>



tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Tulis Komentar