Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Masa Tanggap Darurat Berakhir, Rakom Tanggap Darurat Pun Ikut Berhenti Siaran
29 March 2007 07:07 WIB

Berakhirnya masa tanggap darurat atas bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah Sumatra Barat, juga menyebabkan radio komunitas tanggap darurat di kawasan tersebut turut berakhir masa operasionalnya. Tanggal 28 Maret 2007 merupakan hari terakhir bersiaran bagi Radio Komunitas Tanggap Darurat Paninggahan FM yang pengelolaannya masih ditangani tim Studio 42C dan Jaringan Radio Komunitas (JRK) Sumbar itu.
Meski secara resmi telah berakhir masa operasionalnya, namun pihak pengelola sementara menyerahkan kepada warga Paninggahan yang berminat untuk mengelolanya walaupun dengan peralatan pinjaman. Sebab, pada dasarnya warga Nagari Paninggahan masih menginginkan radio itu tetap melanjutkan siarannya.”Sayang, Mas, kalau radio itu harus mati. Radio tersebut kan sangat bermanfaat pada waktu gempa karena bisa menenangkan masyarakat. Kita tidak perlu gelisah karena mendapat informasi yang jelas dari radio itu,” ungkap Marlis (56 tahun) kepada Saksi Gempa soal keberadaan rakom tanggap darurat di Paninggahan.Marlis merupakan salah seorang nelayan di Danau Singkarak yang telah menekuni profesinya sejak berumur 30 tahun. Marlis dan sebagian besar nelayan di sana saat ini tengah mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang semakin lama semakin berkurang karena banyak warga di daerah Paninggahan yang berprofesi sebagai nelayan.Kehadiran radio komunitas itu bagi Marlis cukup membantunya mendapatkan informasi terbaru sekaligus sebagai sarana hiburan yang menemaninya menangkap ikan. Pasalnya, Marlis sudah harus mulai bekerja selepas subuh dengan pergi ke tepi Danau Singkarak guna melihat dan menarik pukek (jala) yang telah dipasangnya sore sebelumnya. Sementara itu pihak pengelola rakom tetap akan memantau perkembangan dan menunggu respon masyarakat Paninggahan pada umumnya hingga tanggal 14 April 2007. Sehingga nantinya radio tersebut tidak langsung mati tetapi dapat dioperasionalkan oleh warga komunitas Paninggahan.Dalam masa ujicoba tersebut, berbekal pengalaman yang telah diajarkan oleh COMBINE Resource Institution pada saat training beberapa waktu yang lalu, ternyata banyak pemuda yang antusias bersiaran. Namun terkesan masih malu untuk memberanikan diri bersiaran.Untuk itu sambil menunggu respon masyarakat yang lain mengenai kehadiran radio komunitas, pihak pengelola sementara berusaha memberikan keleluasan terhadap pemuda Paninggahan untuk bersiaran, meski mereka tetap membatasi pada aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam bidang penyiaran komunitas.Di samping itu pihak nagari juga dipersiapkan untuk memulai menata kelembagaan radio komunitas sekaligus menyiapkan peralatan sendiri yang nantinya dapat dimiliki oleh komunitas Nagari Paninggahan.


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited