Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Ketika Canda Berganti Siaga
24 September 2007 07:18 WIB

Celoteh dan tawa mengiringi malam ini, Minggu, 23 september 2007, di posko informasi darurat gempa di Nenemleleu, Sikakap. Beberapa warga sekitar posko sengaja datang untuk mengetahui lebih tentang banyak teknologi informasi. Semua tampak normal walaupun masih dirudung suasana gempa. Trauma gempa besar pada hari Rabu, 12 september 2007 lalu beserta gempa-gempa susulan masih menghantui, ditambah dengan isu-isu yang simpang siur dengan sumber yang tidak jelas semakin membuat panik.

Tepat saat jarum jam menunjukan pukul 21.13 bumi Mentawai bergoyang lagi, menyebabkan semua orang berhamburan keluar. Kepulauan Mentawai dihantam gempa dengan kekuatan 5,7 SR yang berpusat di 85 km barat laut Sikakap dengan kedalaman 11 km. Celoteh dan tawa itu pun senyap dan berganti 180 derajat menjadi pucat pasi. Semua berhamburan keluar, kebingungan. Yang ada di kepala setiap orang hanyalah keluar dari rumah atau gedung dan mencari tempat yang lapang. Selang beberapa menit kemudian, posko informasi darurat gempa ini sibuk menerima panggilan melalui HT, telepon, sms, dan pertanyaan-pertannyaan langsung dari masyarakat yang sengaja datang ke posko. Tujuan mereka satu, untuk mencari kejelasan apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak, pusat gempa, kedalaman, dan seberapa kuat sehingga bisa membayangkan kerusakan yang terjadi.

Inilah yang membedakan dengan malam-malam sebelumnya di Sikakap, Mentawai. Keresahan akibat informasi yang tidak jelas dan bersifat teror dapat dikurangi sedikit demi sedikit dengan memberikan informasi yang akurat. Posko yang dibangun oleh Combine Resource Institution dan Yayasan Air Putih yang dibantu oleh IM2 ini bertugas untuk memantau gempa dan secepat mungkin memberikan informasi kepada masyarakat. Berbagai media digunakan untuk menyebarkan informasi ini, yaitu radio siaran, radio komunikasi HT atau RIG, dan sms gateway.

“5,7 SR, tidak berpotensi tsunami!” teriak seorang warga di luar posko. Teriakan tersebut disertai dengan wajah yang optimis bahwa gempa yang baru saja terjadi masih dalam kategori normal. Warga lain pun menimpali, “Dimana? Pusatnya dan kedalaman berapa?”. Maka, dengan wajah agak kikuk warga yang berteriak tadi pun harus kembali masuk ke dalam posko, mencari tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan itu.

Ketut Sutawijaya
COMBINE Resource Institution
Foto:
- Posko Informasi Darurat Gempa di Gedung GKPM Sikakap, Kepulauan Mentawai
- Banyak warga yang berkumpul di dalam studio radio darurat, siang dan malam


1 komentar untuk tulisan diatas

lulu says:
May 5, 2012 at 3:18

jumlah korban dan keusrakan diperoleh dari Satlak/Satkorlak setempat yang diinfokan ke PUSDALOPS BNPB di JakartaUntuk Skala keusrakan Gempa (MMI) berasal dari USGS,titik epicenter gempa (SR) dari BMKGCitra satelit : Google EarthBasemap/peta dasar : Peta digital Bakosurtanal, skala 1 : 250.000terimakasihPusat krisis BNPB

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited