Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > Radio Darurat
24 September 2007 07:17 WIB

Combine Resource Institution (CRI) dan Yayasan Air Putih (AP) membuka posko darurat gempa di Kepulauan Mentawai. Lokasi posko terletak di Kecamatan Pagai Utara Selatan, Desa Sikakap, Nenemleleo. Posko bersama dibuka dengan meminjam gedung kantor pusat GKPM (Gereja Kristen Protestan Mentawai). Posko ini memliki misi untuk membuka informasi mengenai gempa pada masyarakat Mentawai pada khususnya dan pada masyarakat luas. Penyebaran informasi kepada masyarakat Mentawai dilakukan dengan berbagai cara, yaitu mendirikan stasiun radio komunitas darurat (di frekuensi 107.8 FM), melalui HT atau RIG (di frekuensi 144.500 MHz), dan melalui SMS (081 392 047 224). Penyebaran informasi ke masyarakat luas dilakukan melalui website Saksi Gempa (CRI) dan Media Center (AP).

Pemilihan cara penyebaran informasi kepada masyarakat melalui radio, HT/RIG, dan SMS gateway memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.HT atau RIG memiliki kelebihan karena mudah digunakan, tidak ada uang beban pemakaian, informasi cepat, dan bisa komunikasi dua arah. Akan tetapi kelemahannya adalah luas wilayah, jangkauannya terbatas, terlebih di Kepulauan Mentawai jarak antar wilayah saling berjauhan dan berbukit-bukit. Sedangkan SMS gateway memiliki kelebihan karena bisa menjangkau daerah yang luas, tidak terbatas pada daerah perbukitan dan lautan, dengan syarat masih ada sinyal. Komunikasinya pun bisa dua arah namun ada uang beban pemakaian. Sedangkan radio memiliki kelemahan dalam hal jangkauan siarannya dan komunikasinya tidak bisa dua arah, kecuali dengan menghubungi studio dengan alat-alat komunikasi lainnya.Dalam situasi gempa, radio berperan sebagai penybar berita yang sangat efisien. Saat ada informasi penting sangat mudah menginformasikan ke khlayak banyak. Di samping itu radio juga berperan untuk trauma healing

Radio untuk penyembuh trauma

Radio sebagai media untuk melakukan trauma healing dapat dilakukan dengan banyak cara, misalnya dengan musik karena tentu saja hiburan-hiburan di kamp pengungsian sangat minim. Informasi yang disiarkan berdasarkan dari informasi yang akurat sehingga tidak ada isu yang simpang siur yang hanya menyebabkan bertambahnya ketakutan dalam masyarakat. Dan yang tidak kalah penting adalah pelibatan masyarakat dalam mengelola radio. Pelibatan ini menjadi aktivitas baru sehingga diharapkan dapat menghilangkan trauma di pikiran masyarakat. Memang tidak banyak orang yang bisa dilibatkan dalam aktivitas ini, namun minimal ada upaya mengarah pada trauma healing ke masyarakat di Sikakap, Mentawai. Pelibatan ini bisa dengan cara mengajak masyarakat untuk menjadi penyiar atau menjadi narasumber dalam acara-acara talkshow.

Talkshow, bicara kondisi teraktual

Selama radio darurat gempa ini dioperasikan, tiga hari, telah dilakukan lima kali talkshow di studio, dan beberapa kali talkshow di lapangan melalui HT. Yang menjadi narasumber dalam talkshow adalah masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan relawan-relawan yang mendistribusikan bantuan gempa. Materi talkshow seputar pada permasalahan yang dihadapi pascagempa dan distribusi bantuan, logistik, tenda, baju-baju, obat-obatan, dan lain-lain. Dari talkshow-talkshow yang dilakukan terkumpul informasi bahwa kondisi kesehatan para pengungsi sudah mulai melemah, terbukti dengan beberapa orang sakit perut atau diare, dan flu. Contohnya di Malakopak dan di Dusun Mabulak Desa Sikakap, banyak anak-anak yang terserang diare dan mencret.

Selain itu diperoleh juga tentang sebaran pengungsian. Sebelum ada bencana gempa dan isu tsunami di Mentawai, penduduk mendirikan pemukiman di bibir-bibir pantai. Saat ini penduduk pindah ke daerah-daerah yang lebih tinggi, perbukitan. Terlebih pada masyarakat yang rumahnya rusak parah. Namun untuk masyarakat yang rumahnya tidak terlalu rusak akibat gempa, mereka cenderung untuk mengungsi pada malam hari saja. Sedangkan siang hari melakukan aktivitas normal di rumah yang lama. Saat ini sudah mulai berangsur-angsur pulih keadaan masyarakat, walaupun masih ada ketakutan untuk kembali ke pemukiman asal. Ini dikarenakan berita yang simpang siur di masyarakat.

Ketut Sutawijaya
COMBINE Resource Institution

:: (Elanto Wijoyono)


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited