Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > 75 Bangunan Pusaka di Padang Rusak Berat
14 October 2009 07:41 WIB

Hasil Penilaian Cepat Kerusakan Pusaka Sumatera Barat

Tim Rapid Assessment (penilaian cepat) bangunan pusaka/cagar budaya di Padang pascagempa pada hari ini, Rabu (14/10), menyerahkan laporan kegiatannya kepada Satkorlak Sumatera Barat di Padang. Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 10 Oktober 2009 di kawasan Padang Lama itu telah berhasil mendata 256 bangunan pusaka, serta Masjid Ganting, Balaikota, serta Museum Adityawarman. Sejumlah 75 bangunan di antaranya dinilai rusak berat, 50 bangunan rusak sedang, 21 bangunan rusak ringan, dan 10 bangunan tidak mengalami kerusakan. Selain kerusakan pada bangunan, ditemukan juga kerusakan pada koleksi Museum Adityawarman. Sekitar 300 buah keramik kuno hancur akibat almari pajang di museum itu jatuh ketika gempa terjadi.

Langkah penilaian cepat ini ditujukan untuk bisa mengetahui kondisi terkini bangunan pusaka di Padang, sehingga bisa segera membuat rekomendasi penanganan yang cepat dan tepat. Jika tidak ada upaya cepat untuk menangani kerusakan di bangunan-bangunan pusaka itu, dikhawatirkan akan diperlakukan sama dengan bangunan biasa lainnya, seperti dibongkar atau dibersihkan sama sekali dan digantikan dengan bangunan baru. Peneliti dan arsitek dari Pusat Studi Arsitektur dan Konservasi (Pusaka) Universitas Bung Hatta Jonny Wongso menyebutkan bahwa akan ada beberapa blok bangunan yang akan dijadikan prioritas untuk diselamatkan, yakni yang berada di kawasan Jl. Niaga, Pasar Hilir, Padar Mudik, dan Pasar Batipo. Selain itu, Masjid Ganting dan Balaikota lama juga merupakan bangunan yang diprioritaskan untuk diselamatkan.

Pelaksanaan penyelamatan bangunan pusaka yang rusak ini akan ditangani langsung oleh tim Pusaka Universitas Bung Hatta didukung oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sumatera Barat dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batusangkar. Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan analisis kondisi terkini bangunan dengan dokumen atau referensi yang menunjukkan kondisi bangunan aslinya sebelum rusak akibat gempa. Sementara, untuk penanganan koleksi museum yang rusak, UNESCO akan mengirimkan tim ahli yang akan melakukan upaya penyelamatan.

Hari ini, Rabu (14/10), tim yang rapid assessment yang diinisiasikan oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) ini akan bergerak pula ke Padang Pariaman untuk memindai kerusakan bangunan pusaka di daerah tersebut. Data dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batusangkar menjadi acuannya. Menurut Punto Wijayanto, salah satu koordinator tim ini, hasil proses pendataan ini nanti akan dipresentasikan di Temu Pusaka BPPI di Jakarta pada tanggal 16 – 18 Oktober 2009 untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dan rekomendasi rencana aksi ke depan untuk penyelamatan pusaka Sumatera Barat.


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited