Site Map: Home > berita terbaru, Dari Lapangan > BPPI Lakukan Rapid Assessment Bangunan Cagar Budaya di Padang
13 October 2009 07:39 WIB
Upaya Awal Galang Perhatian dan Bantuan Pemugaran Pascagempa

Belajar dari pengalaman kejadian bencana alam di tempat lain, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) meluncurkan sebuah program rapid assessment kerusakan bangunan cagar budaya di Kota Padang. Dengan dukungan tim dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang berpengalaman dalam rapid assessment pascagempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tahun 2006, tim ini mulaui berkoordinasi di Padang sejak Sabtu (10/10). Tim Jurusan Arsitektur Universitas Bung Hatta (UBH), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sumatera Barat, Balai Pelestarian Peninggala Purbakala (BP3) Batusangkar, Kantor Bank Indonesia Padang, dan Prince Claus Fund turut mendukung upaya ini bersama. Upaya ini diinisiasikan mengingat kekhawatiran bahwa proses pemulihan awal pascagempa akan bisa menghilangkan samasekali bangunan-bangunan cagar budaya yang rusak. Untuk mencegah hal itu maka proses ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan pemerintah kota setempat.

Koordinasi awal dilakukan di Masjid Kampus UBH pada Sabtu (10/10) siang – sore, kemudian dilanjutkan dengan mendaftarkan diri ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta UN OCHA yang bersiaga di rumah dinas Gubernur SUmatera Barat. Survei lapangan kemudian dilakukan bersama mulai hari Minggu (11/10) di kawasan Padang Lama. Tim mendapatkan fasilitas tempat rapat dan kerja di De Javaansche Bank Cafe; sebuah kompleks bangunan Bank Indonesia lama yang dijadikan cafe sejak tiga minggu yang lalu. Proses ini akan digiatkan mulai dari tanggal 11 – 16 Oktober 2009, sehingga hasil yang didapat bisa dipresentasikan di forum Temu Pusaka Nasional di Jakarta pada tanggal 16 – 18 Oktober untuk bisa menggalang lebih banyak dukungan dana pemugaran.

Dari proses yang berjalan hingga hari ketiga, Selasa (13/10), tim assessment telah mendapatkan beberapa hasil. Pada hari pertama, didapatkan penerimaan penduduk yang baik terhadap tim dan mendukung upaya yang dilakukan. Tim menjumpai beberaphttp://pusakasumbarbangkit.blogspot.com/a kendala, seperti banguan di lapangan ternyata tidak sesuai dengan daftar yang ada. Tim assessment saat ini mengacu pada daftar bangunan cagar budaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Padang melalui Surat Keputusan No. 3 tahun 1998 tentang Bangunan Cagar Budaya dan Kawasan Bersejarah di Kota Padang. Tercatat ada 75 bangunan cagar budaya dari surat tersebut. Sementara, Jonny Wongso, arsitek dan peneliti UBH memiliki daftar sebanyak 257 bangunan cagar budaya di Kota Padang. Kesulita lain, pada saat assessment dilakukan, pembersihan dengan alat berat sudah dilakukan pula, sehingga tidak mungkin dikenai rapid assessment terhadap bangunan tersebut.

pada hari kedua, Senin (12/10), sebagian tim berkunjung ke Museum Adityawarman untuk mendata kerusakan bangunan dan koleksi museum. Beberapa dinding di kompleks museum ini ada yang runtuh dan miring, sehingga harus segera diperbaiki. Salah satu kerusakan yang fatal adalah jatuhnya beberapa vitrin (lemari pajang) keramik kuno di ruang penyimpanan. Disinyalir ada sekitar 300 keramik kuno yang hancur dan oleh UNESCO, pihak museum diminta menunggu penyelidikan lebih lanjut untuk menyelamatkan koleksi tersebut sesuai kaidah keramologi yang tepat. Dalam wawancara dengan Kepala Museum Adityawarna Usria Dhavida, seharusnya beliau berada di Leiden pada minggu ini untuk mengikuti pameran etnografi di Museum Etnografi, Leiden. Namun, oleh karena kondisi darurat maka kunjungan itu dibatalkan dan berbagai materi dokumentasi kerusakan akan dikirimkan melalui internet agar bisa diketahui oleh publik Internasional segera.

Kontak Penting:
Punto Wijayanto – punto.wijayanto@gmail.com – +62 812 2742 725
Eko Alvaresz – ekoalvares@yahoo.com – +62 812 6796 658
Jonny Wongso - jo_wongso@yahoo.com – +62 812 6767 125, +62 857 1664 8923

Web blog: http://pusakasumbarbangkit.blogspot.com/


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited