Site Map: Home > artikel, berita terbaru > RELASI ANTAR DESA MEMBANGUN KONTIJENSI PENANGGULANGAN BENCANA (BAGIAN:I)
6 October 2011 08:10 WIB

Indonesia terdiri dari 62.806 desa dan 7.113 kelurahan (data dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Jumlah_wilayah_administratif_di_Indonesia)hal ini menjadi modal dasar negara ini untuk membangun interaksi dan relasi antar desa maupun desa dengan kota. Dalam bidang pengurangan risiko bencana-pun peran desa maupun kelurahan sebagai bagian pemerintahan terbawah inipun menjadi faktor penentu penanganan kebencanaan. Hal ini digambarkan dengan proses-proses analisa risiko yang tentunya basisnya adalah desa/kelurahan, dan terbukti pula apabila sebuah desa telah memiliki Rencana aksi desa/kelurahan dalam penanggulangan bencana maka desa lebih siap dalam menghadapi ancaman dan mengurangi risiko.

INTERAKSI ANTAR DESA
Interaksi antar desa maupun desa dengan kota adalah kebiasaan yang telah dibangun sejak dikenalnya istilah desa dan kota. Interaksi ini terbangun alami, dari proses interaksi warga yang pada akhirnya membangun interaksi yang lebih besar yaitu antar desa, maupun desa dengan kota. Dalam hal penanggulangan kebencanaan interaksi antar desa ini sangat tepat dalam beberapa aspek, dari aspek pembelajaran bersama sampai dengan interaksi desa dalam melakukan kontijensi kebencanaan

Pengalaman Penyintas Mandiri “Deles” dengan warga desa Manjung

Erupsi Gunungapi Merapi 2010 adalah tergolong erupsi siklus 100 tahunan yang juga dapat dikatakan besar. Warga Dusun Deles mempunyai cara sendiri dengan menggunakan cara “Penyintas Mandiri” ketika mengungsi. Ketika sebagian warga Merapi di kecamatan Kemalang mengungsi di Puslatpur “Depo” di wilayah Klaten Selatan. Warga dusun Deles mengungsi di Desa Manjung dengan cara mandiri. Yang terjadi adalah adanya interaksi warga desa Manjung dengan Penyintas dari dusun Deles. Proses pemilihan Manjung rupanya tidak terbangun oleh proses waktu yang mendadak tetapi adanya komunikasi personal beberapa tokoh dusun Deles dengan Pemerintah desa Manjung, sehingga pemerintah desa Manjung dapat mempersiapkan tempat dan bantuan lainnya kepada warga dusun Deles. Proses interaksi ini terus terhubung sampai sekarang.

Pengalaman Penyintas Desa Balerante dengan warga desa Terong
Berbeda dengan Dusun Deles, Warga desa Balerante sebagian mengungsi ke Desa Terong karena faktor hubungan kekerabatan, sehingga skema ini hanya Masiv terjadi, tidak terencana. Pertanyaannya bagaimana warga yang bertempat tinggal di wilayah bencana yang tidak mempunyai saudara/keluarga yang dapat dijangkau?
Catatan kritisnya adalah gerakan penyintas yang dibantu oleh warga di daerah aman ini masih menjadi interaksi personal, belum menjadi interaksi yang terencana dan lebih luas sebelum terjadinya bencana .

Sehingga pada bulan Juli 2011 adanya kesepakatan lisan untuk adanya Kontinjensi Penanggulangan Bencana antar Desa digagas oleh 2 pemerintah desa (Desa Talun dan Desa Terong) . (MW)


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited