Disebuah ruangan di Balai Desa Terong, kecamatan Dlingo, Bantul terlihat sedikit penuh yang dihadiri oleh Tim Siaga Desa (TSD). Tim Siaga ini dibentuk sebagai upaya desa mengurangi risiko bencana.TSD Terong terbentuk pada tahun 2009 dengan perangkat pelaksana melalui sebuah Surat Keputusan lurah Desa Terong.
TSD Terong sekarang sedang konsern membangun basis data kependudukan melalui Sistem Informasi Desa (SID) yang dapat digunakan sebagai analisis risiko di desa terong. Desa Terong juga telah memiliki dokumen Rencana Pembangunan Permukiman (RPP) yang didalamnya telah memuat Peta Multihazard dengan dilengkapi alur evakuasi. Harapannya peta multihazard tersebut dapat dilengkapi dengan detail data kependudukan di desa Terong yang ada di SID.
LOGIKA
Peta Muti Hazard disandingkan dengan SID
(Gambar Dokumen RPP-JRF)
pertanyaan-pertanyan kunci yang ada dikolom kedua adalah pertanyaan yang menjadi penting sekali apabila kita membuat analisis risiko. Hal ini bersumber pada rumus Risiko, Apabila kita ingin mengurangi risiko maka yang harus dilakukan adalah mempengaruhi kerentanan meningkatan kapasitas.
Sedangkan apabila kita akan mempengaruhi Kerentanan warga, hal dasar yang kita harus tahu adalah siapa-siapa warga desa Terong yang rentan. Untuk mengetahui siapa saja warga yang rentan di desa maka TSD Terong menganalisi dan membaca data dalam SID. Seperti berikut ;
Harapannya adalah dengan ada dan diolahnya data kependudukan ini dapat membantu desa dalam merancan rencana aksi desa dalam pengurangan risiko bencana. (mw)






1 komentar untuk tulisan diatas
Mudah mudahan web ini dapat terus memberi informasi tentang Kebencanaan dan penangannya terutama di indonesia
Tulis Komentar