Site Map: Home > artikel, berita terbaru, Media Masa > Upaya Sekolah Dalam Tanggap Darurat Bencana
30 November 2011 07:53 WIB

Yogyakarta. Akhir-akhir ini Indonesia dilanda bencana alam, baik berupa gempa bumi, tanah longsor, banjir, gunung meletus, tsunami, angin ribut dan lain sebagainya. Seolah-olah rentetan bencana tersebut datang secara bergiliran. Satu bencana belum selesai ditangani, muncul bencana lain yang lebih dahsyat. Korban jiwa, harta yang ditimbulkan akibat bencana tersebut sangat banyak.  Indonesia yang berada diantara lingkaran cincin merah diyakini sebagai salah satu negara yang memiliki kerentanan  bencana yang tinggi.

Tentu kita semua berharap agar bencana yang melanda negeri ini segera berakhir. Tidak ada lagi korban sia-sia akibat bencana. Namun bagaimana seandainya jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Apa yang bisa dilakukan oleh sekolah untuk menekan kerugian akibat bencana alam. Upaya mitigasi (pengurangan resiko bencana) apa yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mengurangi korban bencana alam.

Pertanyaan di atas adalah sebuah refleksi diri bagi sekolah dalam menghadapi bencana alam yang tidak bisa diperkirakan kedatangannya. Namun pastilah ada sesuatu yang dapat dilakukan oleh civitas akademika di sekolahan dalam rangka meminimalisir dampak bencana apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Kalaupun tidak terjadi bencana alam pada lingkungan sekolah, tentunya sekolah dapat melakukan sesuatu untuk menunjukkan empati kepada korban bencana di daerah lain.

Memberikan pemahaman kepada siswa tentang upaya menghadapi bencana alam ataupun upaya meminimalisir dampak bencana menjadi sangat penting di lingkungan pendidikan khususnya di sekolahan. Sebab dengan memberikan sosialisasi yang baik kepada siswa ataupun warga sekolahan tentang hal itu dapat menekan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana. Sosialisasi tentang kebencanaan dan tanggap daruratnya dapat dilakukan disaat upacara bendera, ataupun mengambil jam pelajaran khusus yang telah disepakati bersama ataupun dengan memberikan selebaran tentang upaya penyelamatan dari bencana. Selain itu guru ataupun sekolah dapat memberikan sosialisasi kepada para orang tua siswa pada saat pertemuan – pertemuan dengan para wali siswa.  Hal ini akan sangat strategis untuk membangun pemahaman bersama tentang bagaimana menghadapi bencana alam.

Sumber ataupun referensi dari materi sosialisasi dapat ditemukan di buku-buku ataupun dari internet. Terlebih dahulu seorang guru haruslah memahami secara baik dan memberikan teladan kepada siswa. Hal ini dapat menjadikan para siswa lebih percaya atas apa yang disampaikan oleh seorang guru.   Upaya sederhana yang dapat dilakukan oleh sekolahan dalam menjaga keseimbangan alam agar tidak terjadi bencana dalam skala yang kecil adalah menegakkan kebersihan sekolah dari sampah-sampah yang terdapat di lingkungan sekolah. Selain itu guru juga dapat mengajak kepada para siswa untuk melakukan penanaman pepohonan di sekitar halaman sekolah. Gerakan sekolah bersih mingguan juga menjadi salah satu upaya yang sangat tepat menjaga ancaman bencana walaupun dengan skala yang kecil.

Sekolah yang terdiri dari guru, karyawan, siswa dan orang tua siswa juga dapat melakukan langkah-langkah kepedulian terhadap korban bencana di daerah lain. Hal ini dimungkinkan kalau memang terjadinya bencana alam tersebut tidak di wilayah sekolahan kita. Rasa empati terhadap korban dapat ditunjukkan dengan cara menggalang dana sosial. Jumlah yang terkumpul dari penggalangan dana untuk para korban bencana walaupun tidak banyak, namun hal itu akan sangat berarti bagi para korban bencana di daerah lain. Sebab di saat-saat bencana, mereka tidak dapat berbuat banyak untuk mempertahankan hidup selain mengandalkan bantuan kemanusian.

Masalah bencana alam bukan hanya masalah pemerintah saja, namun menjadi masalah kita semua termasuk warga sekolah. Dengan memahami bahwa masalah bencana adalah tanggung jawab setiap orang, maka akan tumbuh kepedulian dan rasa senasib sepenanggungan. Sehingga dapat mendorong seseorang untuk melakukan aksi kepedulian terhadap korban bencana. Di lingkungan dinas pendidikan, sebaiknya diadakan koordinasi antara para kepala sekolah dan pejabat UPT untuk menentukan kebijakan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam baik di daerah sendiri ataupun di daerah lain. Sebaiknya dari pejabat bidang pendidikan tertinggi juga memberikan anjuran kepada sekolah-sekolah di wilayah kerjanya untuk dapat melakukan aksi tanggap darurat terhadap bencana alam.

Written by : Jodins Sadewo

Sumber: suarakomunitas.net


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id
Didukung oleh :
  • COMBINE Resource Institution
  • Hivos - People Unlimited